new beginning
Guess what? im here after a veryyy long break time. Banyak hal yang terjadi setelah terakhir kali aku nulis sesuatu di blog ini atau di blog-ku sebelumnya. Yang menarik adalah i'll start a new beginning hihi
Biasanya tulisan pertamaku selalu banyak basa basi. Entah itu menerangkan latar belakang kenapa aku menulis lagi, sampai mempertimbangkan hal berbeda apa yang bisa aku tulis agar tulisanku ini setidaknya berbeda dari tulisan-tulisan kebanyakan orang. But what matters is, bagaimana kamu harus memulai itu, daripada terus berpikir sesuatu yang berbeda, sampai akhirnya tidak dilakukan.
So ill start with the reason why i decided to start again. Not so spesific, but i guess its worth to read. As you know, i really loveee drama. Drama that you can watch and take something meaningful from that. Bagaimana drama yang kurang lebih berjumlah 16 episode itu kadang merubah pola pikirku. Tapi biasanya hanya kupikirkan, makannya sekarang aku mau coba lakukan. A little scared if my writing are a mess but its what beginner do, right?
judulnya, "When The Weather is Fine".

Sekalian review sedikit yaaa. bagaimana drama yang sedang "ongoing" ini menyihir ku. Awalnya, drama ini seperti drama-drama biasa pada umumnya. Karena genre nya melodrama, bagaimana sang director atau bahkan script writer menempatkan drama ini pada jalur yang lambat. Agak greget sedikit tapi setelah 2 sampai 4 episode, baru terlihat apa yang ingin disajikan si pembuat drama ini. Jujur sedikit, setiap drama yang aku tonton pasti tergantung sama aktor dan aktrisnya. Agak klise tapi its a good impression to start watching a drama.
Yup, Seo Kang Joon. Sedikit deskripsi juga, i love his eyes, his brown eyes. Lupa tepatnya kapan aku mengidolakan beliau tapi everyone agrees that he's a good looking actor. Makannya aku coba nonton episode pertama drama ini dengan lawan mainnya yaitu, Park Min Young. As you know park min young itu dramanya sudah tidak diragukan lagi. I know her from a drama too, called "healer" (i think i should write some review about this drama, okay next time, hihi). Selain itu, si mbak park min young ini sudah menjadi lawan main aktor-aktor ternama seperti lee min ho, park seo jeon, kim jae wook, dan lain lain.
Singkat cerita, ga kerasa aku baru menikmati drama pada episode ketiga. Sesuatu yang membuat drama ini jadi menarik karena pada episode ini they feel sooo warm, the cast, the background, the soundtrack. Diceritakan bahwa mereka mempunyai klub pecinta buku yang rutin kumpul di toko buku yang bernama "Goodnight Bookstore". They're sharing their favorite quote of the book, they started to laugh at each other, keep asking question at each other.
Gatau kenapa semua itu jadi tidak biasa di drama ini, bawaannya pengen senyum terus. Oiya, mungkin karena latar tempatnya di pedesaan kali ya jadi feel so lonely, warm, and calm. dan pada episode seterusnya drama ini selalu menyajikan gambaran masyarakat pedesaan, yang setiap pagi saling membantu, menyapa ketika bertemu tetangga, mengerjakan hal-hal yang mereka cintai. Cukup simple, gambaran kegiatan pedesaan pada umumnya, tapi didukung sama sinematografi yang cukup profesional dan soundtracknya yang mendukung.
Tuhkan, mulai berantakan deh tulisan aku hihi. Tentu saja, karena ini drama bergenre melodrama, yang disoroti adalah kisah percintaan, awalnya ragu ya sama park min young main drama yang kalem kalem gini karena kesan park min young tuh agak 'rough' gitu. Tapi really, soe kang joon change my perspective about park min young. Bagaimana soe kang joon memerani lim eun seop yang kalem, hangat, dan penyayang. Overall, its all about impressions and packaging.
Drama ini mungkin bukan one of a drama yang bagus banget gitu, malah katanya rating drama ini agak jatuh di korea sendiri. Tapi mereka mengemas drama ini menjadi drama yang hangat dan membuat penontonnya tersenyum. Dengan konflik-konflik yang tidak mainstream jadi membuka sisi lain dari para cast yang terlihat hangat ini. Sejauh ini, aku sendiri udah nonton sampai episode 12 which is itu adalah episode terakhir minggu ini sebelum mereka menyiarkannya lagi pada selasa minggu depan. Semakin seru, semakin renyah, dan tidak lupa, pemandangan village nya lovable banget.. kalau lagi summer dia cerah cemerlang, kalau lagi winter terlihat tumpukan salju yang dikelilingi pohon pinus gitu, bikin pengen tinggal disana hihi.
Sedikit selingan juga, sebenernya one of my dream banget bisa tinggal di pedesaan kaya gitu, aku hanya perlu bangun pagi sambil menyeduh teh atau kopi, tidak lupa menyiram kebun sayuran yang aku miliki, lalu berangkat kerja ke suatu toko buku disekitar situ, bekerja sambil membaca buku buku yang tersedia disana hmm what a lovable dream.
Oiyaa satu lagi yang bikin drama ini menarik adalah, they served us with a lot of reccomendation of book. Buku di korea juga lucu lucu covernya, mungkin isinya tidak kalah lucu, dan fyi, drama ini emang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Lee Do-Woo.
Okay, thats a little review from me haha, ga sedikit sih jadinya yaa but, really, you all have to watch this, terutama yang suka genre melodrama yaa. Oya, ga lupa juga i want to thanks the director, writer, and the cast for serving us such a warm drama like this, bener bener bikin kabita ceuk urang sunda mah. And of course i'll look forward for this drama sampe episode 16 atau mungkin 20 nanti.
wohoo i think thats all for now, thankyou for reading, and goodnight^^
Comments
Post a Comment