there are still many things i want to say
Hello night, two days ago i wrote some letter to my only star, but im not brave enough to say it, so i just looked at my star. He shines so bright, and then im ready to go to sleep.
But i think i have to sent him my letter if i want to sleep well, i cant always looked up his light. I want his feeling, i want his presence. I just feel sooo dark, i can't see, i can't live.
---
Akhir-akhir ini aku membangun lagi sebuah mimpi, tepatnya impian. Karena sebelumnya, jujur, aku sudah kubur beberapa mimpi itu. Setelah ku rasa aku sedang ingin mencapainya, ku tulislah impian itu di sebuah buku jurnalku. Tapi setelah sadar, ternyata itu mimpi jangka panjang yang, yaa, bisa berubah seiring berjalannya waktu. Tanpa kusadari juga, ternyata mimpi itu mimpi umum milik semua orang. Makannya, aku tidak bisa menjelaskan mimpiku disini, ntar ketauan, karena aku hanya ingin membagikan mimpiku ke seseorang saja.
Ya, my only star, that's how i call it. soalnya, salah satu impiannya, aku mau berada disamping bintangku itu, selamanya. Setidaknya ini mimpiku saat ini.
Aku pernah tulis suatu kutipan karyaku di twitter. singkatnya, hmm aku kasih tau deh, bintangku itu bilang, dia beruntung punya aku. hihi jangan geer dulu sih sebenernya, siapa tau itu hanya sebuah ungkapan pujiannya untukku. Tapi sadar ga sadar ucapan itu bikin kepikiran semalaman. Bukannya malah bikin gabisa tidur, tapi membantuku tidur. Paginya, aku merasa amat bahagia makannya aku tulis status itu, aku bilang, akupun ga cuma beruntung punya dia, tapi aku hidup.
But things are not going too well, lagi-lagi aku meredupkan cahaya bintangku, entah untuk yang keberapa kalinya. Salahku? ya sudah pasti. Tapi jujur, aku selalu mencoba memperbaiki kesalahan itu walaupun beberapa ada yang kelewatan atau bahkan 'miss'. Konsekuensinya aku terima, harus, tapi aku jadi sakit perut, duhh.
Waktu itu sempat aku sampaikan kepadanya aku sakit perut. Kayaknya, aku mau coba periksa ke dokter, karena aku melihat gejala dari suatu penyakit. Sakit perut itu berlangsung sudah 2 hari, makannya, pada hari ketiga, mau aku periksakan. Tapi, saat aku akan periksa, bintangku itu bilang, "Engga kok, kamu sehat, coba nanti tunggu ashar yaa pasti ga sakit lagi," begitu katanya. Kenapa ashar? karena kebetulan sakit perut itu kambuhnya setiap sore setelah ashar. Ajaibnya, sakit perut itu langsung hilang pada hari itu. Pada hari saat aku sudah putus asa sampai ingin periksakan ke dokter karena sesakit itu. Haha lucu kalau diingat, bahkan aku ga memerlukan obat? hanya kata-katanya?
Setelah terbukti pada ashar hari itu aku tidak sakit perut, ia memelukku, sambil berkata "Tuhkan, ga sakit kan?". Akupun tersenyum di pelukannya.
Sampai pada saat ini, aku belum sakit perut lagi, tapi ashar hari ini, aku merasakan gejalanya lagi. Awalnya bingung, apa sakit perut halangan? tapi aku sedang halangan sudah hari terakhir. Dan , setelah agak mendingan aku menunggu bintangku muncul saat malam hari, ya, di jendela kamarku. Aku berujar "ah ya, halo bintangku, tolong bantu aku agar tidak sakit perut lagi," sambil berharap besok sore tidak terjadi sakit seperti ini lagi.
Aku selalu kesusahan untuk mengontrol emosi senangku, beberapa emosi senang justru menyakiti bintangku dan aku. Ajaibnya lagi, bintangku itu tidak capek menangangi itu. Dia pernah bilang cape sih, tapi dia tetap bantu aku. Lihat kan? aku gacuma beruntung, aku hidup.
Tadi bicara soal impian ya, beberapa hari lalu aku berani bermimpi. Anehnya, selalu ada bintangku itu di setiap harapanku. Aku mau punya rumah sendiri, tapi harus ada dia. Aku mau punya kebun sayuran, tapi menanamnya sama dia. Aku mau punya kucing, tapi dia mau punya singa haha. Kalau tentang aku sendiri kedepannya, tentu aku punya plan, aku belum cerita banyak ke dia, bukan apa-apa, aku lebih suka berbicara langsung di depan matanya yang bersinar. Namanya juga bintang, tepatnya, bintangku.
Oiya, jadi ingat dia pun bilang begitu. Dia punya plan yang akupun belum tau apa plan-plannya, tetapi kalau tidak salah itu bisa menjadi alasan unggulnya agar dapat bersamaku. Ah, bintang, aku menyukai pandanganmu, sesuka itu, tolong tatap hanya aku saja. Kamu sudah cukup hebat untuk beberapa orang, termasuk aku. Banyak yang suka kamu, suka kerjamu, suka sinarmu. Aku yakin kamu bisa dapatkan yang kamu mau.
Terus saat ini apa? gatau, jujur aku gatau, aku cuma sakit perut dan ingin menyapa bintangku. Tapi sepertinya ia sedang sibuk. Atau mungkin sedang capek. Kalau karena aku, aku hanya berharap dia tidak tinggalkan aku, itu saja.
---
So, dear night, please tell my only star that im okay, i just dont want him to leave because he carried my dream hihi. And tell him, im sorry, sorry for bother. I'll wait.
Malam ini, sambil menatap bintangku, aku telah menyiapkan sebuah lagu, https://open.spotify.com/track/2nskkx2yLbRaGj6RB8p9nP?si=fySj1GWpSgumbhPT3hNURg
Comments
Post a Comment