MENYAMBUT RAMADHAN, BERSEDEKAH DI TENGAH WABAH CORONA


MENYAMBUT RAMADHAN, BERSEDEKAH DI TENGAH WABAH CORONA
Oleh Alya Hamidatul Sida

Sudah memasuki satu bulan lebih masyarakat Indonesia menjalani karantina mandiri dikarenakan pandemic Covid-19 yang sudah banyak memakan korban. Tercatat per selasa 21 April 2020 jumlah korban positif mencapai 7.135 jiwa, 842 sembuh, dan 616 meninggal. Selain itu, pada tanggal 24 April tepatnya, masyarakat yang beragama islam akan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1441 H.

Dari mulai diberlakukannya larangan tarawih hingga kontroversi larangan mudik lebaran 2020 menjadi sorotan masyarakat dalam rangka memantau kinerja pemerintah dalam menangani pandemic Covid-19 ini. Namun, beberapa masyarakat tidak terlalu peduli dengan memilih untuk fokus dalam menyambut bulan suci ramadhan dengan cara bersedekah kepada sesame. Tentunya dengan prosedur yang telah disampaikan.

Seperti yang diketahui, sudah menjadi kebiasaan masa Ramadhan di berbagai daerah di Indonesia, warga mengumpulkan makanan di mushala dan masid-masjid setempat untuk kemudian disantap bersama saat tiba buka puasa. Makanan yang terkumpul itu kerap disebut takjil. Pandemi yang belum juga usai memaksa sejumlah masjid berencana menghilangkan tradisi penuh keakraban dan kehangatan jamaah itu.

Seperti di beberapa kota, yaitu Bandung Raya dan Kota Sukabumi untuk menindaklanjuti fenomena ini, pemerintah sudah mulai memberikan bantuan sosial melalui masjid-masjid. Seperti santunan berbentuk sembako dan santunan untuk marbot serta muadzin masjid. Masjid istiqlal yang sedang menjalankan PSBB pun akan tetap memberikan santunan kepada anak yatim dan zakat fitrah.
Dalam menyambut bulan Ramadhan yang berbeda ini, biasanya ramai masyarakat dan sekolah-sekolah menyelenggarakan tarhib Ramadhan ke jalan-jalan, membagikan jadwal imsak ke masyarakat setempat. Hal itu sudah tidak bisa dilakukan lagi, maka bersedekah dapat menjadi cara alternatif dalam semarak menyambut ramadhan.

Beberapa cara bersedekah yang dapat dilakukan di rumah seperti mengirimkan donasi berupa transfer dana ke beberapa institusi seperti ACT (Aksi Cepat Tanggap), Kumparanderma, dan Kitabisa.com. Selain manfaat spiritual yang bisa diraih dari bersedekah, juga untuk menyambut bulan Ramadhan dengan perilaku berbagi untuk sesama. Bersedekah juga dapat membantu masyarakat yang terkena dampak ekonomi karena wabah ini.

Selain itu, terlihat beberapa publik figur juga sudah bergerak membagikan sembako ke pekerja di jalan. Hal tersebut harusnya mempengaruhi masyarakat lain untuk ikut berbagi. Dengan pengaruh publik figur yang disoroti masyarakat, masyarakat setidaknya dapat terbuka hatinya. Dengan cara ini pun masyarakat dapat membantu masyarakat lain yang terkena dampak ekonomi akibat wabah.
Sedekah dapat menjadi penunjang yang sangat berpengaruh sebagai bentuk dukungan sesama masyarakat terutama masyarakat terdekat. Seperti saat karantina ini yang mengharuskan semua kegiatan berada di rumah. Kita dapat berbagi ke tetangga di lingkungan rumah seperti memberi makanan kepada tetangga yang yatim atau tetangga kekurangan ekonomi sehingga tidak punya cadangan makanan.

Walaupun bulan Ramadhan kali ini berbeda, tetapi semarak menyambutnya tidak boleh padam. Walaupun tidak bisa turun ke jalanan untuk tarhib Ramadhan, berbagi sesame tetangga tidak ada salahnya. Kapan lagi bisa bersedekah untu menyambut bulan suci Ramadhan sekaligus membantu pemerintah dalam menangani wabah Covid-19 ini.

*Alya Hamidatul Sida, mahasiswa program studi Jurnalistik UIN Bandung

Daftar Referensi
-Koran Republika edisi Rabu, 22 April 2020 (Menjelang Ramadhan Tanpa Takjil)
- Data Persebaran Covid-19 per 21 April 2020 pukul 15.45 WIB. Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, WHO.

Comments

Popular Posts